- By Rio Haminoto

Catatan Si Boy

  • Title: Catatan Si Boy
  • Author: Rio Haminoto
  • ISBN: 9789791545211
  • Page: 250
  • Format: Paperback
  • Catatan Si Boy Catatan Si Boy has become a phenomenal generation icon in Indonesia specially in Jakarta during the s The story is about a diary of a young boy named Boy who is portrayed as a perfect guy It star

    Catatan Si Boy has become a phenomenal generation icon in Indonesia, specially in Jakarta during the 80s The story is about a diary of a young boy named, Boy, who is portrayed as a perfect guy It started with a radioplay which was broadcasted since 1985 on Prambors Radio for years then adapted into 5 sequel of movies And eventually, the diary has transform into itself Catatan Si Boy has become a phenomenal generation icon in Indonesia, specially in Jakarta during the 80s The story is about a diary of a young boy named, Boy, who is portrayed as a perfect guy It started with a radioplay which was broadcasted since 1985 on Prambors Radio for years then adapted into 5 sequel of movies And eventually, the diary has transform into itself, a book that can finally be held and read.

    1 thought on “Catatan Si Boy

    1. 563rd - 2011Buku ini gaul jadul banget, maklumlah diangkat dari sandiwara radio dan film tahun 80-an (jalan cerita setengah awal buku sama dengan film pertama, sisanya aku tidak tahu karena tidak nonton film 2-5). Penulisnya setia banget dengan gaya bahasa aslinya, tidak memindahkan setting si Boy ke abad 21, sehingga banyak istilah slang/prokem yang sepertinya sudah nggak tren lagi. Untunglah penulisnya kadang-kadang bikin catatan kaki biar pembaca jaman sekarang rada nyambung maksudnya.Mungkin [...]

    2. This book is truly a reminiscence of my teenage years in the 80s, when radio was a patron of young people in my city. I recognize the name of the Executive Editor of this book as one of my idol, the late Ms. Wanda Tumanduk. She was the original scriptwriter for most part of the radioplay back then and hence parts of this book were parts of my teenage imagination. However, I have read two other books of the author that makes me realize, this book is not only about reminiscing. The author has a gr [...]

    3. Setelah rilis edisi yang ini, lalu dirilis edisi Storygraph lengkap dengan foto-foto Boy jaman dulu dan CD soundtracknya. Dalam CD soundtrack, saya jatuh cinta sekali dengan sebuah lagu berjudul "Satu" yang dinyanyikan oleh Fe.Overall, buku ini membawa saya untuk bernostalgia akan film Catatan Si Boy terdahulu. Ini adaah sebuh buku ringan yang menghibur.

    4. Yang bisa menjalani kehidupan macem Boy ini mungkin hanya satu dari seribu. Dia benar-benar beruntung. Lahir di keluarga kaya, harmonis, punya wajah tampan, lurus (kadang2), dll. Banyak banget nilai plusnya. Hampir nggak ada komflik 'berarti' dalam cerita ini, yang membuat saya memberi empat bintang untuk novel ini adalah kenyaman yang saya rasakan ketika membacanya.

    5. Berasa baca diary orang.Dan itu Boy. Boy yang kita dulu di tv.Boy yang playboy tapi selalu inget sholat.Ah, kalo aja boy ini masih ada sekuelnya sampe sekarang, saya pasti bakal nonton terus. Terakhir waktu film Catatan Harian si Boy yang diperankan Ario Bayu, itu kayak titisan Onky Alexander banget deh.Klo aja Boy ngeblog, saya pasti jadi pembaca setia blognya.

    6. Abis nebus tadi sore, saya langsung baca buku ini sekali tandas. Buku ini bener-bener bring back the good old time banget buat saya hehe. Kalau di era milenial ini ada orang macem si Boy, mungkin gak ada lagi yang namanya "Catatan Si Boy" tapi jadinya VLOG Boy Halilintar! 4.5/5

    7. Pas baca buku ini jadi ingat jaman dahulu, walau waktu itu masih kecil, tapi sudah kena imbas hebohnya film Catatan Si Boy. Gaya bahasanya khas 80-an banget. Belum lagi celotehan si Emon kalo udah berantem sama Kendi bisa bikin ketawa ngakak sendiri. Selama baca buku ini, yang terbayang adalah adegan-adegan di film Catatan Si Boy 1 - 5. Uniknya disambungin ke film Catatan Si Boy terbaru. Jadi kebayang deh, tuanya si Boy seperti apa.

    8. Pengen baca gegara sekarang ada teleseriesnya, tapii, mungkin karena emang terbitan lama yah, jadi berasa baca buku jaman SMP, banyak lucunya, tapi kadang juga agak jorok, mendingan dikasih tulisan untuk 17+ deh kayaknya

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *