- By Yusi Avianto Pareanom

Rumah Kopi Singa Tertawa

  • Title: Rumah Kopi Singa Tertawa
  • Author: Yusi Avianto Pareanom
  • ISBN: 9789791079266
  • Page: 254
  • Format: Paperback
  • Rumah Kopi Singa Tertawa Apa yang akan kaulakukan jika tahu kapan dan bagaimana kematianmu datang dosa lama menggetok kepala anak buta memanggilmu novelmu segera diluncurkan sementara bentuk tubuhmu memalukan tetanggamu se

    Apa yang akan kaulakukan jika tahu kapan dan bagaimana kematianmu datang, dosa lama menggetok kepala anak buta memanggilmu, novelmu segera diluncurkan sementara bentuk tubuhmu memalukan, tetanggamu selalu mengantar makanan yang tak pernah enak, orang yang kaubenci dimutilasi, terbelit Hukum Murphy, serangkaian kebetulan menyerangmu, atau terkena penyakit yang mengundang taApa yang akan kaulakukan jika tahu kapan dan bagaimana kematianmu datang, dosa lama menggetok kepala anak buta memanggilmu, novelmu segera diluncurkan sementara bentuk tubuhmu memalukan, tetanggamu selalu mengantar makanan yang tak pernah enak, orang yang kaubenci dimutilasi, terbelit Hukum Murphy, serangkaian kebetulan menyerangmu, atau terkena penyakit yang mengundang tawa Rumah Kopi Singa Tertawa menyodorkan pertanyaan pertanyaan tersebut sembari mengajak pembacanya tertawa, menangis, dan ikut bersama penulisnya mengopyok berbagai khazanah kebudayaan dunia dan menjadikannya kegilaan baru.Cerita cerita yang ada dalam buku ini ditulis dalam kurun 1989 2011 Kecuali Laki laki di Ujung Jalan , cerita yang lain pernah dimuat di media massa dalam bentuk yang sama attau sedikit berbeda Tiga Laki laki dan Seekor Anjing yang Berlari dan Telur Rebus dan Kulit Kasim ditukil dari novel Raden Mandasia si Pencuri Dagng Sapi.Pda 18 cerita pendek di dalam kumcer ini

    1 thought on “Rumah Kopi Singa Tertawa

    1. Kata siapa buku ini bikin tertawa ?? Aku bahkan lebih banyak tercekat nya ketika membaca buku ini, bahkan tak jarang ketika sampai di akhir salah satu cerita aku merasa malu karena sudah tertawa di awal cerita tadi, bahkan ada cerita yang sampai membuatku merinding, berdebar takut dan mengernyitkan dahi.Yusi Avianto dalam buku ini menurut ku berusaha mengajak kita melihat kejadian yang ada disekitar kita dengan cara pandang yang lain. Contohnya saja cerita pertama buku ini yang berjudul "Cara-ca [...]

    2. Kegetiran yang MenyegarkanHumor tampaknya menjadi sesuatu yang ditinggalkan dan menjadi barang langka dalam karya sastra Indonesia selama beberapa tahun terakhir ini.Hanya segelintir penulis yang mampu melakukannya, sehingga sastra tenggelam dalam dikotomi “serius” dengan harus mengisahkan perlawanan terhadap ketidaksewenang-wenangan pada penguasa, membela yang terpinggirkan, perjuangan (misalnya Laskar Pelangi), pergulatan di dunia luar (Ayat-ayat Cinta dan Negeri 5 Menara) atau mendobrak h [...]

    3. Ada 2 cerpen tambahan di buku ini berjudul Rumah kopi singa tertawa 2.0 dan Kapal perang. Selain itu, susunan cerpennya juga berubah meski cerita pembuka dan akhurnya masih sama.Perasaan pas bacanya masih sama ya, masih bikin ngakak, bengong dan mikir ni orang pas nulis ginian mikir apaanSalah satu kumpulan cerita yang wajib kamu baca!

    4. Ketika pertama membuka bungkusan buku dari Secret Santa, Rumah Kopi Singa Tertawa ini, aku girang banget. Tepat sehari sebelum aku menerima buku ini, aku hampir saja berniat membeli buku ini lewat bukabuku. Tapi karena sedang nggak terlalu niat belanja, jadi cuma sampai tahap lihat-lihat saja sambil senang, o, buku ini ada di sini toh. Mengingat aku sekarang jarang ke Gramedia karena jarang diskon, toko buku online menjadi pilihan menarik.Aku tertarik buku ini karena judulnya yang unik, dan cove [...]

    5. apa yang kau fikir tentang buku ini? singa tertawa di kedai kopi? haha!dari Cara Mati Yang Kurang Aduhai sehingga Hukum Murphy Membelit Orang-Orang Karangapi, aku berteleku sebentar mencicipi rasa Telur Rebus Dan Kulit Kasim.dari Dapur Bu Sewon mataku melinggas kepada Laki-Laki Di Ujung Jalan. barangkali laki-laki itu mengingatkan aku kepada Tiga Lelaki Dan Seekor Anjing Berlari. semuanya seolah melarikan diri dari Sengatan Gwen.Di Rumah Kopi Singa Tertawa, kita disediakan banyak meja. ada meja [...]

    6. GRC 2017 34/47.Kata mutiara paling berkesan:“On the right hand, anything can be weapon. On the left hand, anything can be toilet paper.”[Rumah Kopi Singa Tertawa 2.0]Ngakaknya sampai 1 menit waktu baca itu.9/10 untuk kelucuan yang dibalut dengan kata-kata setengah-membumi-seperempat-sarkas-seperempat-aduhai, minus 1/10 karena ada beberapa cerita yang aku gagal paham (entah kenapa).

    7. Kumcer itu, menurut saya, cocok-cocokan. Ada kumcer yang semua cerpennya saya suka, ada yang beberapa saya suka, ada yang biasa saja. Kumcer ini, sayangnya, masuk ke kategori terakhir.Entahlah. Saya lumayan menikmati Raden Mandasia, dan senang juga begitu tahu ada dua adegan dari buku itu yang ditampilkan di kumcer ini.

    8. Judul Buku : Rumah Kopi Singa TertawaPenulis : Yusi Avianto PareanomPenerbit : BananaTahun Terbit : 2011172 halamanRate : 4,5 dari 5Biasanya kalo ditanya orang “Lagi baca apa, Sel? Ceritanya tentang apa?” saya selalu bisa njawab “Oh lagi baca ini *sebutin judul buku* ceritanya tuh tentang *ceritain intisarinya aja*Tapi beda pas saya baca buku ini. Rumah. Kopi. Singa. Tertawa. What the maksud? Judulnya aja udah bikin mikir. Tapi di situ letak menariknya. Pertama, sama sekali gak tau kalo ad [...]

    9. ** Books 306 - 2017 **Buku ini untuk memenuhi tantangan Tsundoku Books Challenge 20173,3 dari 5 bintang! Lagi-lagi saya dibuat terpukau dengan salah satu fragmen cerita Raden Mandasia si pencuri daging sapi dan makin herannya hampir setahun berlalu sejak saya membaca ceritanya dan saya masih ingat ini lanjutannya akan seperti apa dan ini bagian yang mana yah Tampaknya tidak heran buku Raden mandasia menjadi buku favorit saya di tahun 2016! >__<

    10. buku ini mungkin buku paling overlooked di jagat sastra indonesia yang kurang gaul selama tahun 2012. posisi yusi sendiri padahal dekat dengan mainstream di dalam dunia itu. namun dia terlalu dianggap sebagai writers' writer mungkin? sehingga banyak yang sudah keder mau coba membaca kumcer ajaib ini?memang buku ini semacam portmanteau yang ribut dengan berbagai mash-up gaya dan tema sehingga pembaca indonesia yang seperti kata teman saya hanya terbiasa dengan cerpen simplistis agus noor mungkin [...]

    11. Sebenarnya saya hendak memberi bintang 2,5, sayangnya tidak ada. Saya enggan membulat ke atas karena beberapa hal. Mungkin saya terlalu berharap banyak dengan kumpulan cerpen ini sehingga tidak bisa menutupi kekecewaan saya saat membacanya.

    12. Asyik cerita-ceritanya. Beda aja sama kumcer-kumcer yang pernah saya baca sebelumnya. Ceritanya segar, banyak satire, dan membuat saya tertawa, entah tertawa bahagia, tertawa kecut, maupun tertawa miris.

    13. Begitu mendapati buku ini aku langsung tertawa. Cover dan judulnya memang bikin geleng-geleng kepala. Untuk membaca lebih lanjut perlu persiapan mental. Asli! Aku sudah mencium aroma 'sastra' dalam buku bersampul glossy ini.

    14. Jago banget emang deskripsi makanan & hal-hal menjijikan. BNGST lah ini ~Ditunggu buku selanjutnya!!!!!

    15. "Kecuali darah, kau bisa memilih atau menawar segalanya di dunia ini. Makanan ringan kesukaanmu, tim sepak bola yang ingin kaubenci setengah mati, pekerjaanmu, pasanganmu, agamamu, kecenderungan seksualmu, segalanya. Kau bahkan bisa memilih tak beragama atau aseksual. Tapi darah, belenggunya abadi." (Tiga Maria dan Satu Mariam, halaman 131)RUMAH KOPI SINGA TERTAWA memuat 18 cerita pendek yang ditulis oleh Yusi Avianto Pareanom dan lagi-lagi membuatmu akan sering mengumpat--sama seperti saat memb [...]

    16. Rasanya wajar bila menganggap buku ini biasa saja terlebih ketika usai merampungkan Muslihat Musang Emas dan Raden Mandasia si Pencuri Daging Sapi terlebih dahulu.Dari semua cerita, termasuk dua cerita yang baru saja ditambahkan di cetakan kedua ini, ada 1 yang paling saya sukai yakni Sengatan Gwen. Bagi penggila plot twist cerpen satu itu sangat gila!Dapat disimpulkan bahwa dari tahun ke tahun kesaktian Pakde Yusi dalam menulis meningkat tajam dan sangat jauh berbeda! Sekarang makin keren!

    17. Suka sekali! Pertama kenal tulisan mz Yusi ya lewat si Raden, tentu saja, yg dibaca akhir tahun lalu. Sudah berharap bisa dapat kumcer ini sejak lama, akhirnya dirilis ulang dengan kaver beda dan tambahan cerita! Ah kusenang. Hehehe. Paling favorit dari kumcer Rumah Kopi Singa Tertawa ini sebenarnya ada 3: Edelweiss Melayat ke Ciputat, Sengatan Gwen, serta Tiga Maria dan Satu Mariam. Selain cerita lainnya yg tak kalah ciamiks! Sempat kebawa suasana sama Sengatan Gwen yg kupikir bakal asik agak m [...]

    18. ini adalah kumcer yang empat sehat, lima sempurna. lengkap, bergizi, dan kaya akan rasa. review lengkap nanti menyusul di blog yha~

    19. Jujur saja, membaca cerpen-cerpen di buku ini tidak memberi kesan yang mendalam, seperti kesan yang berbekas sehabis membaca cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis atau Seribu Kunang-Kunang di Manhattan karya Umar Kayam. Eh, ketinggian enggak sih perbandingannya? :D But anywaay, membaca cerpen-cerpen Yusi hanya meninggalkan "oh" pendek, misalnya saat membaca cerpen berjudul Sengatan Gwen yang berkisah tentang seorang wanita cantik yang digandrungi oleh pria-pria di kantor. Wanita ini menemu [...]

    20. Rumah Kopi Singa Tertawa merupakan kumpulan cerita karya Yusi Avianto Pareanom yang ditulis dalam kurun 1989-2011. Ada 14 cerita pendek dalam buku ini; meskipun sebagian besar tidak memiliki tema yang saling berkait, namun ada 2 cerita yang saling terhubung (katanya sih karena itu merupakan cuplikan dari novel yang sedang dibuat oleh penulis). Cerita pendek yang ada dalam buku ini disampaikan dalam cara yang 'unik' dan tergolong 'aneh' dibandingkan penulis lain. 'Unik' dan 'aneh' dalam artian po [...]

    21. Baru ingat bahwa saya belum pernah mengupdate status buku ini di , padahal sekarang sudah baca minimal masing-masing cerpen 3 kali. :DBtw, sekadar mengingatkan, ini kesan saya dulu sebelum baca seluruh buku: Baru baca beberapa cerpen saja, tapi sudah gregetan untuk menyelesaikannya. Barusan ini tadi baca cerpen yang judulnya "Sebelum Peluncuran," yang berkisah tentang usaha seorang penulis membentuk tubuhnya agar tampak tegap gempita berotot sebelum peluncuran buku (yang dalam dunia cerpen ini b [...]

    22. Rumah Kopi Singa Tertawa, dan saya tertawa membacanya. Kumpulan cerpen yang menarik dan sangat menggugah hati. Banyak hal-hal yang lucu sekaligus mengenaskan di setiap ceritanya. Melihat kematian pun bukan sebagai sesuatu yang menyedihkan. Bermacam kontradiksi dalam hidup diceritakan Yusi dengan bahasa yang sangat ringan. Benar, tidak sok diberatkan untuk meningkatkan kualitas cerita. Yusi cukup lihai merangkai plot yang menggantung namun maknanya mudah dipahami. Membaca 18 cerpen dalam buku ini [...]

    23. Gue suka cara gaya menulis dan bercerita Yusi Avianto Pareanom. Salah satu penulis keren saat ini menurut gue. He just knows how to write. Sense of humornya oke banget. Tapi yang ngeganjel dari cerpen-cerpen di sini adalah belokan cerita yang sangat random. Kadang-kadang sebagai pembaca gue merasa dikhianati di tengah jalan-- kayaknya biar cerita seru penulis bikin manuver semau-maunya doi. Hm, sebenernya pengen ngasih 3,5 bintang aja. Tapi secara buku ini underrated dibanding karya penulis-penu [...]

    24. Awalnya tiap kali saya ditanya siapa penulis favorit saya, rasanya sulit sekali bagi saya untuk menjawab. Namun setelah saya membaca Rumah Kopi Singa Tertawa, saya gak akan menunggu pertanyaan selesai dilontarkan untum menjawab. Saya jatuh cinta sejatuh-jatuhnya dengan Yusi Avianto Pareanom.Penulis ini sanggup menimbulkan berbagai macam perasaan saat saya membaca tulisan-tulisannya. Senang, sedih, ngenes, geregetan, semua bercampur jadi satu. Seluruh cerita dalam buku ini memiliki kesan tersendi [...]

    25. kumpulan kisah yang tidak "bawel" ( tidak menggurui ) secara paksa. Penulisnya berusaha membuat kita merenungi setiap arti kehidupan, seperti yah salah satunya cerita tentang seseorang yang akan mati dalam beberapa bulan karena vonis dokter dan mencoba live his life ternyata di twist dengan orang lain yang sehat walafiat mati duluan. kumpulan cerita yang bagus menurut saya dari segi penceritaan. sayangnya, buat saya cerita - cerita getir disini, terlalu biasa aja dan mudah terlupakan.

    26. Susah diletakan kalau sudah mulai dibaca. Setiap cerpen yang ada terlihat hasil kerja keras penulis dalam meneliti detail-detail ceritanya. Suka sekali dengan alur dan gaya penulisan buku ini. Sering juga tertawa lepas karena adanya selipan-selipan humor, yang akhirnya membuat buku sastra ini tidak terasa berat.

    27. Membaca buku ini seperti kau sedang mengendap endap dibalik rumpun bambu, hendak mengagetkan seseorang yang kau sangka pacarmu, dan ketika kau nongol dengan teriakan mengejutkan, ternyata ia bukan pacarmu, melainkan nenek tua duduk naik sapu. Hahaha,i mean this book is so hilariouss :D/

    28. Baru kali ini baca tulisannya Yusi Avianto. Waktu itu 'nemu' di rak gramedia tinggal satu. Dan ternyata Top!Setiap cerita selalu punya dimensinya sendiri dengan cara klimaksnya masing-masing.Awesome!

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *